Tanpa saya duga-duga, karena saya rada skeptis dengan masalah pengaduan di Jakarta, jadi ketika saya mengecek e-mail pribadi saya, saya rada terkesima dengan adanya balasan e-mail dari Gamya, perihal pengaduan saya kemarin, menyangkut perilaku salah satu pengemudinya yang bernama Muhamad Yasin, bukan Muhammad Yassin, seperti yang saya tulis kemarin.
Saya salut sekali dengan kinerja bagian pelayanan pelanggan Gamya, yang menurut saya cukup tanggap menanggapi keluhan saya kemarin. Walaupun vonis yang dijatuhkan kepada pengemudi sangat keras, yang tidak pernah terpikirkan oleh saya, berakhir dengan pemecatan. Tetapi dalam bidang pelayanan jasa, mungkin hal ini yang terbaik untuk dilakukan Gamya, dalam menjaga reputasinya sehingga tidak cacat di mata pelanggan/penggunanya…
Ngomong-ngomong soal skeptis saya soal pengaduan, banyak perusahaan di Indonesia memang tidak biasa menanggapi pengaduan secara baik dan benar. Mereka terkadang hanya mencatat tanpa memberikan respon balik apapun. Saya pernah bermasalah dengan isi ulang pulsa Esia, saat itu saya mengisi ulang pulsa, ternyata pulsa saya tidak terisi, setelah bingung mencari kemana saya mengadu, dan sekali lagi, thanks to google, akhirnya saya berhasil mendapatkan e-mail mereka, dan setelah menunggu beberapa hari, akhirnya saya mendapat jawaban dari mereka.
Lalu apa masalahnya? Ternyata setelah beberapa bulan kemudian, masalah yang sama terulang kembali, pada masa awal operasionalnya memang sinyal Esia tidak begitu baik, jadi waktu pengisian sering mendapat gangguan, alias si kode pulsa tidak terkirim, tetapi rupanya kali ini saya tidak beruntung, dari tahun 2007 hingga 2009 ini e-mail saya tidak berbalas… Belum lagi masalah penggunaan mesin perekam, sebagai alat penerima pengaduan yang sering digunakan perusahaan-perusahaan jasa di sini, itu loh costumer service yang ala robot, “Tekan 1 untuk A, tekan 2 untuk B…dan seterusnya”, yang sering berujung mohon tunggu dan kemudian disertai kalimat “…maaf seluruh costumer service representative kami sedang sibuk”…argh jebakan pulsa sekali rasanya…
Memang susah ternyata menjadi costumer di Indonesia, sangat berbeda dengan pelayanan perusahaan di luar sana yang tanggap menghadapi keluhan. Ini juga bedasarkan pengalaman saya dulu.
Jadi wah saya sangat terkesan atas tanggapan Gamya…terima kasih atas tanggapanya…
