Archive for the 'transportasi' Category

Wah Hebat Di Tanggapi…

2009/04/24

Tanpa saya duga-duga, karena saya rada skeptis dengan masalah pengaduan di Jakarta, jadi ketika saya mengecek e-mail pribadi saya, saya rada terkesima dengan adanya balasan e-mail dari Gamya, perihal pengaduan saya kemarin, menyangkut perilaku salah satu pengemudinya yang bernama Muhamad Yasin, bukan Muhammad Yassin, seperti yang saya tulis kemarin.

Saya salut sekali dengan kinerja bagian pelayanan pelanggan Gamya, yang menurut saya cukup tanggap menanggapi keluhan saya kemarin. Walaupun vonis yang dijatuhkan kepada pengemudi sangat keras, yang tidak pernah terpikirkan oleh saya, berakhir dengan pemecatan. Tetapi dalam bidang pelayanan jasa, mungkin hal ini yang terbaik untuk dilakukan Gamya, dalam menjaga reputasinya sehingga tidak cacat di mata pelanggan/penggunanya…

Ngomong-ngomong soal skeptis saya soal pengaduan, banyak perusahaan di Indonesia memang tidak biasa menanggapi pengaduan secara baik dan benar. Mereka terkadang hanya mencatat tanpa memberikan respon balik apapun. Saya pernah bermasalah dengan isi ulang pulsa Esia, saat itu saya mengisi ulang pulsa, ternyata pulsa saya tidak terisi, setelah bingung mencari kemana saya mengadu, dan sekali lagi, thanks to google, akhirnya saya berhasil mendapatkan e-mail mereka, dan setelah menunggu beberapa hari, akhirnya saya mendapat jawaban dari mereka.

Lalu apa masalahnya? Ternyata setelah beberapa bulan kemudian, masalah yang sama terulang kembali, pada masa awal operasionalnya memang sinyal Esia tidak begitu baik, jadi waktu pengisian sering mendapat gangguan, alias si kode pulsa tidak terkirim, tetapi rupanya kali ini saya tidak beruntung, dari tahun 2007 hingga 2009 ini e-mail saya tidak berbalas… Belum lagi masalah penggunaan mesin perekam, sebagai alat penerima pengaduan yang sering digunakan perusahaan-perusahaan jasa di sini, itu loh costumer service yang ala robot, “Tekan 1 untuk A, tekan 2 untuk B…dan seterusnya”, yang sering berujung mohon tunggu dan kemudian disertai kalimat “…maaf seluruh costumer service representative kami sedang sibuk”…argh jebakan pulsa sekali rasanya…

Memang susah ternyata menjadi costumer di Indonesia, sangat berbeda dengan pelayanan perusahaan di luar sana yang tanggap menghadapi keluhan. Ini juga bedasarkan pengalaman saya dulu.

Jadi wah saya sangat terkesan atas tanggapan Gamya…terima kasih atas tanggapanya…

Taksi Oh Taksi

2009/04/23

Barusan saja,  istri saya dalam perjalanan pulangnya menelepon saya dari taksi, taksi Gamya tepatnya, di tengah-tengah pembicaraan kami, sayup-sayaup terdengar gerundelan dari arah depan, si supir rupanya. Dan terdengarlah pembicaraan antara istri saya dan si supir, yang bernama Mohammad Yassin…catat deh namanya…yang tiba-tiba tidak mau jadi mengantar istri saya, ketujuannya semula, dengan alasan yang tidak masuk akal, mau balik ke arah pool, sehingga istri saya, yang sedang pincang karena keseleo itu di turunkan malam-malam, jam delapanan tepatnya, di daerah Tendean. Dan yang sangat tidak masuk akal adalah:

  1. Ketika pertama kali istri saya menyetop si taksi Gamya, selazimnya penumpang ataupun pengemudi, harusnya pertanyaan ke mana destinasi, sudah  terucap dari awal.
  2. Kalau memang tidak searah dengan arah ke pool, seharusnya pengemudi tidak usah lah mengangkut istri saya, ya saya memakai kata mengangkut, berhubung perilaku sang pengemudi Gamya memperlakukan penggunanya layaknya sebuah barang saja…
  3. Nah kurang ajarnya, kenapa si pengemudi berengsek ini baru protes setelah beberapa menit berjalan, argo menunjukan 7500 rupiah, artinya cukup lama lah istri saya satu taksi dengan si Mohammad Yassin ini…berhubung istri saya di turunkan di daerah Tendean.
  4. Kejadian jam delapanan, setahu saya taksi “pulang kandang” maksimal jam 12 malam, dan itu juga masih ada waktu tambahan sampai jam 1 pagi, kecuali taksi Putra yang semua balik pool jam 3 pagi batasnya..

Lucunya gerundelannya si Yassin, sang pengemudi taksi muncul secara tiba-tiba, setelah dia menanya ulang destinasi istri saya, Pondok Indahnya sebelah mana? Dekat Ciputat? Nah loh…emangnya kenapa?

gamya

Karena dulu sempat mengalami kejadian kayak begini, supir yang tiba-tiba seenak jidatnya menurunkan penumpangnya di tengah jalan, maka bertanyalah istri saya. “Terus bagaimana? Saya harus turun sekarang?” karena mendapat pertanyaan ketus dari si pengemudi itu. “Terserah ibu..” lho kok aneh jelas-jelas dia sudah tiba-tiba mengerutu karena “sudah mau pulang”. Saya masih sempat mendengar istri saya berbicara, “…tapi tunggu saya dapat taksi lain yah pak…”. Langsung saya minta istri saya mencatat nomer taksinya.

Ternyata, menurut istri saya tidak ada nomer pintu taksi di bagian dalam kendaraan, baik di kaca jendela maupun di daerah gagang pintu mobil, dan istri saya hanya sempat membaca nama si pengendara, yang marah-marah karena istri saya mencatat nomer telepon pengaduan Gamya, yang anehnya malah terpampang jelas di pintu penumpang. Dan karena kita di turunkan di malam hari, dan sepertinya si supir tidak peduli lagi istri saya dapat taksi pengganti atau tidak.
Mendapatkan perlakuan seperti itu, saya yang berada di rumah langsung menelpon 108, dan meanyakan nomer telepon taksi Gamya. Setelah dua kali menelpon 108 karena nomer-nomer yang di berikan selalu sibuk. Akhirnys saya googling dan mendapatkan nomer pengaduan untuk sms dan email costumer service Gamya. Setelah saya e-mail dan sms, saya coba lagi menelpon, dan akhirnya berhasil tersambung. Segeralah saya tumpahkan protes saya yang mereka catat, tapi entah bagaimana hasilnya, karena yah itu, tidak adanya nomer taksi di bagian dalam taksi.
Yang membuat saya bingung, perusahaan taksi di Jakarta sangatlah banyak jumlahnya. Dan untuk naik taksi, penumpang di masa sulit ini, dengan tarif yang nggak bisa dibilang murah ini, seharusnya semakin sengitlah pertarungan memperebutkan penumpang. Dan salah satu usaha membuat penumpang menjadi pelanggan setia, seharusnya perusahaan taksi berlomba-lomba menservice penumpangnya. Bodoh memang…dengan perilaku seperti ini wajar saja jika ada salah satu perusahaan taksi terkemuka, dengan tarif yang tinggi, tetap berjaya, walaupun saingan mereka banyak…karena mereka terkenal dengan servicenya yang baik…

Rugi sendiri bukan?

Oh ya foto diambil/pinjam dari websitenya Gamya karya Angling Nirmolo @ Natural Art Photography

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.