Kemarin saya bangun dikejutkan oleh telepon dari teman dekat saya yang mengabarkan bahwa salah seorang teman kami meninggal dunia. Yang membuat saya terkejut karena setahu saya teman saya ini salah satu orang yang paling rajin berolah raga, semenjak dia SMP, paling tidak bermain bola basket, dan ini terbukti dari cara dia meninggal, sehabis bermain bulu tangkis, walaupun hanya baru satu set…
Terakhir saya bertemu dia di awal bulan ini, ketika kami menghadiri reuni SMA kami di pujasera di sebuah mal di bilangan Senayan. Dia terlihat sehat, walaupun lebih pendiam daripada biasanya, padahal seingat saya dia salah satu anak yang ramai, seingga dia bisa dibilang pemimpinnya anak-anak Karet, anak-anak sekolah kami yang tinggal di bilangan Karet Setiabudi, karena kesupelannya itu. Sayangnya saya tidak sempat berbincang-bincang lama denganya, karena banyaknya teman yang hadir dan waktu hadir saya yang singkat di reuni itu, tapi saya melihat seperti ada sesuatu yang dia pikirkan yang membuatnya terlihat lebih pendiam dari biasanya.
Dan berita itu mengagetkan kami semua, terutama kami yang tersambung dalam blackberry group sekolah kami. Terlebih saya, karena baru kemarinnya saya memperhatikan foto profilnya di blackberry, yang baru ia ganti dengan foto kedua orang anaknya, kaget sungguh-sungguh kaget saya mendengar berita ini. Setelah sibuk mencari konfirmasi tentang benar tidaknya berita ini, akhirnya ada satu teman kami, yang rupanya sudah sampai ke rumah duka, tempat teman saya itu disemayamkan, dan mengkonfirmasikannya dengan mengirim foto jenazah teman saya ini, ke dalam blackberry group kami.
Semoga keluarga yang ditinggalkannya kuat, tabah dan ikhlas menghadapi cobaan ini, khususnya kedua orang anak yang ditinggalkannya…
Nah perihal foto jenazah ini yang sedikit akan saya bahas di sini. Kebetulan saya suka memotret, hanya sebagai hobi, bukan profesional, hanya tukang jepret, dengan minat ke arah jurnalisme foto. Tetapi saya berusaha tidak ingin memfoto suasana orang meninggal, terutama kerabat. Walaupun kalau mau jujur, banyak sekali momen foto yang pastinya menarik untuk diambil. Dan godaan ini selalu muncul setiap saya melayat kerabat yang berpulang.
Mau tahu alasannya, karena saya tidak ingin jika saya meninggal nanti ada orang yang mengambil foto jenazah dan foto keluarga dan kerabat yang melayat di sana nanti. Buat saya, dari pengalaman yang sudah-sudah, foto-foto yang mungkin dimaksudkan untuk menjadi pengingat, memento kenangan terakhir terhadap orang yang terkasih, malah membuat kami yang ditinggalkannya teringat akan masa sedih itu. Terus terang saya berhasil melenyapkan foto-foto pemakaman ayah saya dahulu, dan saya tidak menyesali perbuatan saya ini.
Saya lebih memilih mengingat masa-masa indah yang saya alami bersama anggota keluarga/kerabat yang telah mendahului saya itu, ketimbang foto yang berisi kami semua bersedih, meratapi mereka yang meninggalkan kami. Dan rasanya memang mengingat teman saya semasa hidup, segala kejahilan & kekonyolannya terasa lebih menyenangkan, daripada melihat foto jenazahnya yang terbujur kaku di dalam peti mati. Saya merasa lebih baik merayakan kehidupan seseorang daripada merayakan kepedihan ditinggalkan seseorang, bukankah begitu?
Jadi tolong jangan mengabadikan suasana duka itu nanti yah, tetapi terima kasih sebelumnya atas itikad baiknya.
Tetapi memang ada ketertarikan saya dengan kematian, jenazah dan anatomi semenjak saya SD dulu, nah ini akan saya bahas di blog saya yang satu lagi, karena masuk dalam kategori hal-hal yang menarik saya…silahkan mengintip kalau tertarik hehehe...Oh ya, hak cipta foto-foto milik getty images, dipakai tanpa minta izin…
